Data Sosial Ekonomi Juni 2020

Pada April 2020, Indonesia menjadi negara yang mengalami inflasi tertinggi dibandingkan beberapa negara lain yaitu sebesar 0,08 persen.

(bps.go.id Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Juni 2020)

Headlines

  1. Inflasi
  2. Pertumbuhan PDB
  3. Ekspor
  4. Impor
  5. Upah buruh
  6. Nilai Tukar Petani (NTP), Indeks Konsumi Rumah Tangga (KRT), dan Nilai Tukar Usaha RUmah Tangga Pertanian (NTUP)
  7. Harga Pangan
    • Indeks Harga Produsen
    • Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)
  8. Indeks Tenensi Bisnis dan Konsumen
  9. Industri
  10. Parwisata
  11. Transportasi
  12. Ketenagakerjaan
    • Kemiskinan September 2019
    • Ketimpangan Pengeluaran September 2019
  13. Indeks Pembangunan Manusia
  14. Indeks Perilaku Anti Korupsi
  15. Kependudukan
  16. Indeks kebahagiaan
  17. Indeks pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK)
  18. Pola Distribusi Perdagangan komoditas Strategis
  19. Indeks Demokrasi Indonesia 2018
  20. Luas Panen dan Produksi Padi
  21. Hasil pendataan Potensi Desa(PODES) 2018

Fokus Perhatian

  1. Pada Mei 2020 terjadi inflasi nilai sebesar 0,07 persen
  2. Triwulan I-2020 perekonomian Indonesia Tumbuh 2,97 persen
  3. Nilai ekspor Indonesia April 2020 mencapai US$12,19 miliar, turun 7,02 persen (year-on-onyear)
  4. Nilai impor Indonesia April 2020 sebesar US$ sebesar US$12,54 miliar, turun sebesar 18,58 persen(year-on-year)
  5. Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan April 2020 masing-masing sebesar Rp55.318,00 dan Rp89.675,00
  6. NTP Mei 2020 tercatat 99,47 atau turun sebesar 0,85 persen dibanding NTP April 2020, Penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga(IKRT) sebesar 0,07 persen dan penurunan NTUP sebesar 0,96 persen
  7. Rata-rata harga beras Mei 2020 sebesar Rp14.219,00 per kg, turun 0,11 persen
    • a. Indeks Harga Produsen (Sektor Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, dan Industri Pengolahan) triwulan I-2020 naik 0,36 persen terhadap triwulan IV-2019 (q-to-q) dan naik 0,73 persent terhadap triwulan I-2019(y-on-y)
    • b. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHBP) Umum Mei 2020 turun sebesar 0,10 persen dari bulan sebelumnya
  8. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2019 sebesar 104,82 dan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2019 sebesar 107,86
  9. Pertumbuhan produksi IBS naik, 3,6 persen dan IMK naik 5,80 persen dan pada triwulan IV-2019(year-on-year)
  10. Jumlah kunjungan wisman April 2020 mencapai 160,04 ribu kunjungan
  11. Jumlah penumpan angkutan udara domestik April 2020 sebesar 838,1 ribu orang, turun 85,18 persen (year-on-year)
  12. Dibanding kondisi setahun yang lalu, terdapat pertambahan penduduk bekerja sebanyak 1,67 juta orang dan kenaikan jumlah pengangguran sebanyak 60 ribu orang, sementara TPT turun tipis sebesar 0,02 persen poin
    • a. Jumlah Pendudukan miskin pada September 2019 sebanyak 24,79 juta orang (9,22 persen)
    • b. Pada Maret 2019, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk indonesia yang diukur oleh Gini Ration sebesar 0,382
  13. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2018 pada kategori “Tinggi”
  14. Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia tahun 2019 sebesar 3,70
  15. Jumlah penduduk Indonesia juni 2017 sebanyak 261.890,9 ribu orang
  16. Indeks Kebahagiaan Indonesia Tahun 2017 sebesar 70,69
  17. IP-TIK Indonesia tahun 2017 mencapai nilai 4,99 pada sekala 0-10
  18. Pola utama distribusi perdagangan telur ayam ras tahun 2018 teruputus satu rantai. Sementara pola utama beras, cabai merah, daging sapi, daging ayam ras, bawang merah, gula pasir dan minyak goreng jumlah rantai utama sama seperti sebelumnya.
  19. Indeks Demokrasi Indonesia (IDI)
    • a. Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tingkat nasional 2018 meningkat 0,28 point dibanding tahun 2017
    • Jumlah provinsi yang mencapai angkat IDI dengan kategori “Baik” meningkat menjadi 5(lima) provinsi
  20. Dari hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA), pada tahun 2019 luas panen di perkirakan mencapai 10,68 juta hektar dan produksi padi 56,60 juta ton GKG
    • a. Hasil Podes 2018, tercata 83.931 wilayah administrasi pemerintahan setingkat desa yang terdiei dari 75,436 desa, 8.44 kelurahan, dan 51 UPT/SPT. Podes yang mencatan sebanyak 7.232 kecamatan dan 514 kabupaten/kota
    • b. Sebagian besar desa di indonesia berstatus desa berkembang sebanyak 55 369 desa (73,40 persen)

Inflasi Mei 2020

  1. Pada Mei 2020 terjadi inflasi sebesar 0,07 persen. Dari 90 kota, 67 kota mengalami inflasi dan 23 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,20 persen dengan IHK sebesar 014,57 dan terndah terjadi di Tanjung Pinang, Bogor, dan Madiun masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 102,52; 105,94; dan 103,20. Inflasi Mei 2020 yang sebesar 0,07 persen lebih rendah di banding koneisi Mei 2019 yang mengalami inflasi sebesar 0,68 persen. Tingkat inflasi tahun kalender 2020 sebesar 0,90 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2020 terhadap Mei 2019) sebesar 2,19 persen.
Tingkat Inflasi Naisonal Bulan Ke Bulan dan Tahun Ke Tahun Mei 2018-Mei 2020

2. Menurut Jenis pengeluaran rumah tangga, inflasi umum (headline inflation) tejradi adanya kenaikan harga yang ditunjukan oleh kenaikan indeks kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,09 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen; kelompok perlengkapan, perlaatan dan pemeliharan rutin rumah tangga sebesar 0,10 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen; kelompok transportasi sebesar 0,87 persen; kelompok informasi, komunikas dan jasa keuangan sebesar 0,08 persen; kelompok reaksi olahraga, dan budaya sebesar 0,06 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,08 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,12 persen; sedangkan kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalamai penurunan sebesar 0,32 persen; sementara kelompok pengeluaran yang tidakmengalami perubahan yaitu kelompok pendidikan

3. Dari inflasi 0,07 persen, andil tarif angkutan udara 0,07 persen; bawang merah 0,06 persen; daging ayam ras 0,03 persen; tarif kereta api 0,02 persen; ikan segar, daging sapi, udah basah, tempe, rokok kretek filter, bahan bakar rumah tangga, dan telepon seluler masing-masing sebesar 0,01 persen

4. Inflasi Mei 2020 sebesar 0,07 persen, angka tersebut lebih rendah dibanding kondisi Mei 2019 yang mengalami inflasi sebesar 0,68 persen. Tingkat inflasi tahun kalender 2020 sebesar 0,90 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2020 terhadap Mei 2019) sebesar 2,19 persen.

5. Menurut karakteristik perubahan harga, inflasi mei 2020 sebesar 0,07 persen di pengaruhi oleh kenaikan indek pada komponen inti (core) 0,06 persen; kenaikan indeks pada komponen yang harganya diatur pemerintah (administere prices) 0,67 persen; dan penurunan indeks pada komponen bergejolak(volatile) 0,50 persen.

6. Inflasi Mei 2020 sebesar 0,07 persen berasal dari sumbangan/andil inflasi komponen inti 0,04 persen, sumbangan/andil inflasi komponen barnag/jasa yang harganya diatur pemerintah 0,12 persen dan sumbangan/andil deflasi komponen bergejolak 0,09 persen.

7. Inflasi komponen inti Mei 2020 sebesar 0,06 persen, tingkat inflasi tahun kalender 2020 sebesar 0,74 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (mei 2020 terhadap mei 2019) sebesar 2,65 persen.

8. Pada April 2020, Indonesia menjadi negara yang mengalami inflasi tertinggi dibandingkan beberapa negara lain yaitu sebesar 0,08 persen.

TIngkat inflasi beberapa negara, Mei 2019-April 2020

Sumber Referensi dari Badan Pusat Statistik

https://www.bps.go.id/publication/2020/06/11/ed2b9bd3d77fc830b687938e/laporan-bulanan-data-sosial-ekonomi-juni-2020.html

Tinggalkan komentar

Translate ยป